Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2020

Aliran Rasa Babak Main II

 Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.


Hmmm.. aliran rasa hadir kembali, hehe. Kali ini aliran rasa untuk Babak Main II. Pada Babak Main II ini ada dua hal yang berkesan buat saya. (sebenernya semua berkesan, sih :D )

Yang pertama adalah Lembar Main 2. Di Lembar Main 2 ini, saya menuangkan apa saja yang menjadi harapan saya di kampung bermain ini. Saya bebas mengutarakan isi hati, toh tidak ada yang salah ataupun yang benar. Selain itu, di Lembar Main 2 ini saya bisa berkenalan dengan salah satu anggota sesama Calon Warga Komunitas IP Tangsel, yaitu mbak Kiky. Mbak Kiky adalah seorang ibu muda beranak satu yang ramah sekali dan punya semangat belajar yang sangat tinggi. Kereeen.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan mbak Kiky, saya jadi tau bahwa ternyata motivasi mbak Kiky untuk menjadi warga komunitas IP adalah untuk menambah teman dan bisa belajar banyak hal. Duh, semoga bisa tertular semangat belajarnya mbak Kiky, ya... 

Hal menarik selanjutnya adalah Warta Warga. Kebetulan saya membacanya tidak sendirian, hihi... jadi senang sekali bisa belajar bersama-sama..menambah ilmu dari tulisan yang benar-benar menginspirasi. Lagi-lagi, pesan dari Ibu Septi membekas di benak saya. "It is good to do what you love, but the secret of life is love what you do". 

Untuk saya yang sering galau tentang "mana dulu yang harus dikerjakan" atau "enaknya aku belajar apa ya", atau terkadang "duh, aku kan sebenernya ga seneng kayak gini.." Sekarang sedikit demi sedikit sudah mulai berubah. Mencintai apa yang kita kerjakan, dan ternyata saya menjadi lebih mencintai dan mengenal diri saya pribadi. Alhamdulillah.


Wassalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.


#AliranRasa2 #BabakMain2Orientasi #KomunitasIbuProfesional #KampungMainKomunitas

Selasa, 10 November 2020

Aliran Rasa Babak Main 1

 

Aliran Rasa #1 – Sambut Semai Orientasi –

 

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.

 

Hmm.. sebenarnya untuk menuliskan aliran rasa ini saya cukup bingung. Campur aduk rasanya. Senang itu pasti.. namun sempat terbersit kekhawatiran apakah saya bisa menjadi lebih baik lagi..

Sempat tertatih-tatih dalam mengikuti program orientasi ini karena bersamaan dengan kuliah online yang begitu penatnya dan ujian tengan semester yang cukup membuat kepala pusing tujuh keliling. Namun nyatanya Saung Sambut Semai memberi masukan positif untuk saya. Bertemu teman-teman (walaupun secara online) yang menurut saya merupakan para wanita yang sungguh luar biasa dan juga jenaka. Semangat dan energi positif dari mereka mau tidak mau memberi dampak pada saya. Alhamdulillah wasyukurillah.

Di sini saya dapat mengenal lebih dalam siapa diri saya sesungguhnya.. lebih dari yang saya kenal selama ini. Kaget juga, karena ternyata saya tidak memberi banyak waktu untuk hal yang saya sukai dan saya kuasai. Hmm.. sepertinya saya memang harus mengatur ulang prioritas dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Hal ini masih ditambah dengan pesan inspiratif dari Bunda Septi dan Mbak Yunda. Saat melihat mereka, saya merasa jauuuuuuuh sekali tertinggal. Tapi tak mengapa, ini bukanlah suatu perlombaan tentang siapa wanita yang paling hebat. Ini tentang bagaimana kita menginspirasi satu sama lain. Bersyukur sekali saya bisa mengenal beliau-beliau yang mau berbagi ilmu. Semoga Bunda Septi dan Mbak Yunda selalu diberkahi oleh Allah.

Saya segera ingin menerapkan ilmu-ilmu itu di kehidupan saya dan keluarga. Tapi saat ini saya tidak ingin tergesa-gesa. Saya ingin menikmati setiap prosesnya dan melibatkan para kesayangan saya untuk ikut serta menata kembali kehidupan keluarga kita dan bersama-sama menjadi insan yang lebih baik.

Jadi, apakah sampai saat ini masih ada kekhawatiran itu? Ada, tapi jumlahnya sudah jauh berkurang. Karena saya mulai menikmati prosesnya tanpa takut salah ataupun tertinggal dengan yang lain.

Terima kasih Bunda Septi, terima kasih teman-teman Ibu Profesional. Semoga kita dapat menjadi wanita yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Aamiin.

 

Wassalamualaykum warahmatullah wabarokatuh.


Mariyatul Qibtiyyah

 

#AliranRasa1

#BabakMain1Orientasi

#KampungMainKomunitas

#KomunitasIbuProfesional

Minggu, 08 September 2019

REVIEW BUKU : MAKE IT HAPPEN! - BUKU PINTAR RENCANA KEUANGAN UNTUK WUJUDKAN MIMPI -


Judul Buku : Make It Happen!
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Kelima, Mei 2018
Tebal : 244 halaman



Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, teman-temankuh :D

Di kesempatan ini, saya ingin bercerita tentang buku yang baru selesai saya baca, yaitu Make It Happen! Tampilan bukunya seperti ini nih…


Source : google.co.id

Sebelumnya, saya nggak tahu-menahu tentang mbak Prita, seorang perencana keuangan independen yang juga ibu  dari dua anak, sampai suatu saat nongollah beliau di salah satu channel youtube.
Dalam benak saya waktu itu, saya berfikir, “Wih, cantik ya ini mbak, hehe. Pinter pula. Nulis buku pula.”
Source: google.co.id

Akhirnya karena penasaran, saya beli deh buku ini via shopee.

Buku ini berisi tahapan-tahapan perencanaan keuangan kita, baik untuk yang sudah berkeluarga maupun yang belum berkeluarga, supaya kita dapat fokus meraih impian kita yang tentunya membutuhkan dukungan finansial. Saat membeli buku ini, saya juga mendapat booklet “12 Bulan Menuju Make It Happen!” yang berisi financial checklist untuk membantu saya selama 12 bulan melakukan tahapan perencanaan keuangan.

Foto milik pribadi

Selain kata pengantar, pendahuluan, dan pelengkap lainnya, buku ini berisi 8 bab yang ditulis dengan menarik disertai tampilan yang menarik pula serta kekinian. Ini salah satu tampilan isi bukunya, ya.

Foto milik pribadi

8 bab yang dijelaskan oleh mbak Prita Ghozie antara lain:
Bab 1 : Keluarga – Mimpi Terbesar
Bab 2 : Sudah Sehatkah Keuangan Anda?
Bab 3 : Membuat Rencana Keuangan
Bab 4 : Produk Keuangan 101
Bab 5 : Mimpi #1 : Membeli Rumah
Bab 6 : Mimpi Indah : Anak-anak yang Happy
Bab 7 : Mimpi Cantik : The Pleasures
Bab 8 : Mimpi Terbesar : Masa Pensiun yang Nyaman

Jujur, mbak Prita menjelaskan hal-hal yang sesungguhnya berat namun dengan bahasa yang ringan dan enak dibaca. Selain itu, mungkin karena saya dan mbak Prita sama-sama seorang ibu, jadi apa yang beliau bahas seringkali membuat saya berpikir, “Oooo.. bener juga ya.” “Kenapa nggak kepikiran, ya.” Atau “Nah iya nih, ternyata nggak cuman saya yang punya masalah seperti ini”.

Selain berisi penjelasan dari si penulis, buku ini juga disertai tips, cerita pengalaman dari beberapa orang, juga terdapat semacam isian atau latihan yang bisa menjadi “pemanasan” untuk kita sebelum bener-bener melakukan perencanaan keuangan.

Beberapa hal penting yang saya dapat dari buku mbak Prita ini adalah:
  1. Menempatkan KEBUTUHAN di atas KEINGINAN. Hal ini sebenarnya sudah sering banget saya dengar, tapi teteup aja berat saat dilaksanakan.
  2. Menyepakati waktu khusus bersama suami untuk membicarakan tentang “uang”. Waktu khusus tersebut tentunya berbeda-beda untuk tiap keluarga. Bisa sebulan sekali, 2 pekan sekali, atau sesuai kesepakatan masing-masing. Yang terpenting, kesepakatan itu harus “dijalankan” bukan hanya “direncanakan”, hehe. O iya, selain komunikasi dengan pasangan, komunikasi dengan anak mengenai “uang” ini juga nggak kalah penting lho..
  3. Memperbaiki lagi rencana kami untuk dana pendidikan, dana pensiun, dana darurat, dana kesehatan, dana liburan, dan "investasi lainnya. Dari buku ini, saya diingatkan lagi tentang perbedaan MENABUNG dengan INVESTASI.
  4. Setelah membaca penjelasan mengenai berbagai produk investasi, saya mulai meneliti kembali produk mana yang cocok untuk masing-masing pos kebutuhan kami. Di buku ini, mbak Prita juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing produk, jangka waktu, serta risiko-risikonya. Produk yang dijelaskan cukup banyak, yaitu tabungan, deposito, tabungan berjangka, surat utang, saham, emas, property, dan reksa dana.
  5. Membenahi portofolio keuangan keluarga kami. Selain dengan memperbaiki gaya hidup agar sesuai dengan keuangan, saya juga ingin sekali segera melunasi hutang yang ada agar bisa berfokus melakukan investasi untuk masa depan yang lebih baik.

Untuk yang sudah fasih dengan ilmu financial planning, buku ini bisa menjadi bahan penyegaran dan membangkitkan semangat kita lagi untuk menata keuangan kita. Rencananya, saya juga tertarik untuk membaca buku mbak Prita yang lain, yaitu buku “Cantik, Gaya, dan Tetap Kaya” serta buku “Pension Ready, Pension Happy”.
Hmmm.. enaknya baca yang mana duluan ya?

Source: google.co.id







Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Mini Project

 Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh. Akhirnya sampai juga di bagian mini project. Mini project yang disusun oleh kami bertiga (s...