Tampilkan postingan dengan label Ahsan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahsan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2019


Hai Mommies, sebelum saya mulai cerita tentang kegiatan Aliya kali ini, saya mau share sedikit kalimat dari bukunya mbak Elvina, sang founder dari http://indonesiamontessori.com/. Webnya keren banget, by the way, hehehe.

Nah, mbak Elvina mengingatkan kita bahwa
“Semakin sedikit peran mainan/apparatus dan semakin besar kontribusi atau peran anak akan semakin baik, karena dapat mendorong anak untuk berkembang, mengalami proses discovery, serta mengalami sendiri berbagai konsep. (Setidaknya 90% adalah peran anak dan 10% adalah peran mainan).”

Kalimat tersebut cukup membuat saya terhenyak (doh mulai lebay). Yap, berarti mulai sekarang saya harus lebih kreatif lagi dalam mencari, membeli, atau bahkan membuat mainan untuk anak-anak.

Kegiatan Aliya kali ini adalah memindahkan kancing menggunakan kedua telapak tangannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan motoric halus serta mengasah kemampuan koordinasi mata dan tangan. Control of error di kegiatan kali ini adalah tidak adanya kancing yang jatuh. Poin yang dapat dipelajari adalah merasakan saat kancing berada di genggaman tangan serta saat mendengar bunyi kancing terjatuh.

Di kegiatan ini, saya menyematkan kosakata baru untuk dipelajari Aliya, yaitu kancing, kosong, dan mangkuk. Kegiatan memindahkan kancing ini dilakukan dari arah kiri ke kanan yang bertujuan untuk menekankan gerakan kiri ke kanan yang kelak bergunaa saat mereka mulai membaca dan menulis.



Berikut petunjuk permainannya:
·    Siapkan meja dan kursi untuk mereka berkegiatan. Kebetulan saya memiliki kursi dan meja kecil bekas Ahsan yang kini bisa dipergunakan oleh Aliya J
·         Posisikan mangkuk di meja dengan mangkuk berisi kancing di sebelah kiri dan mangkuk kosong di sebelah kanan.
·         Contohkan kepada anak cara mengambil segenggam kancing dari dalam mangkuk menggunakan tangan yang dominan.
·         Angkat perlahan tangan Anda, lalu pindahkan ke tengah secara perahan, lalu ke mangkuk yang kosong.
·         Pastikan mangkuk yang kosong tertahan oleh genggaman tangan yang tidak dominan. Secara perlahan lepaskan genggaman agar kancing-kancing tersebut jatuh ke dalam mangkuk kosong.
·         Lanjutkan hingga seluruh kancing selesai dipindahkan.
·         Selanjutnya, pindahkan kembali kancing-kancing tersebut ke mangkuk awal dengan menggunakan tangan yang tidak dominan.
·         Jika ada kancing yang terjatuh, ajarkan anak untuk mengambil menggunakan pincer grasp dan mengembalikan ke tempatnya.

Serius amat tampangnya, dek...


Pincer Grasp (gambar diambil dari www.google.com)

     Aliya (dan kakaknya tentunya, hehe) sangat antusias terhadap permainan ini. Tangan kecilnya sangat bersemangat dalam mengambil kancing. Saya sengaja menyiapkan kancing yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu banyak agar Aliya tidak bosan karena bisa-bisa kancing tidak habis-habis untuk dipindahkan, hehe. Bahkan Aliya sempat tidak mau mengakhiri permainannya ini sampai akhirnya saya menjanjikan untuk menyiapkan permainan yang lebih seru esok hari.

#    Tips : selain menggunakan kancing, kita bisa menggunakan bebatuan kecilm kacang-kacangan, beras, pasta, dan lain-lain agar anak dapat merasakan perbedaan berat dan tekstur setiap benda.




Minggu, 06 Januari 2019

Belajar Montessori


Assalamualaikum..
Hai, saya Maya. Kali ini saya mau berbagi sedikit cerita awal mula saya tertatik dengan Montessori. Tapi, karena saya baru banget baca-baca tentang Montessori ini, jadi ya pengetahuan saya masih cetek banget. Gapapa lah ya, itung-itung belajar bareng kita, hehe.

Saat Ahsan, anak pertama saya, balita saya belum mengenal yang namanya Montessori. Mainannya dia saat itu ya mobil-mobilan, puzzle, mainan-mainan edukasi yang kayu-kayu itu, bola, buku, dan lain-lain. Betul mainan-mainan tersebut juga dimainkan oleh anak yang “diterapkan” Montessori oleh orang tuanya, tapi Ahsan mainnya tidak “terprogram”. Jadi saat memberi mainan itu ke Ahsan, saya tidak memiliki suatu tujuan yang jelas tentang pelajaran apa yang akan Ahsan ambil setelah dia main dengan mainan itu.

kali ini udah mulai mau main air, hihi..


Namun bukan berarti Ahsan bukan merupakan anak yang pintar. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah, Ahsan dikaruniai kemampuan berhitung dan membaca yang termasuk cepat bahkan tanpa saya mengajarinya. Jadi ketika melihat suatu tulisan, Ahsan akan menanyakan tulisan itu dibaca apa. Dan itu dia lakukan berulang-ulang, sampai dia paham bagaimana cara menyatukan suku kata, membaca kata yang terdapat huruf konsonan yang berdampingan, seperti –ng, -ny, dan lain-lain.
Tetapi, Ahsan sampai saat ini menurut saya bukan termasuk anak yang terampil. Dia tidak begitu suka bermain pasir baik itu kinetik maupun pasir asli. Ahsan juga tidak begitu suka bermain cat, bermain air, bermain tanah, atau hal-hal lain yang dia anggap tidak bersih dan bikin geli. Alhamdulillah hall-hal tersebut sudah mulai berkurang semenjak dia masuk TK. Mungkin karena dia lihat teman-temannya, lama-lama dia jadi penasaran juga kali ya.
  


Berbeda dengan Ahsan, Aliya, anak saya yang kedua, justru sangat suka bermain hal-hal yang tidak disukai kakaknya itu. Aliya suka main tanah, pasir, mewarnai, dan banyak hal lain. Nah baru-baru ini saya sering melihat postingan teman tentang Montessori dan saya mulai tertarik, karena saya fikir ini cocok banget sama Aliya yang tangannya selalu “gatel” pengen main hal-hal yang menurut dia menarik itu.

Suatu hari, suami saya membelikan saya buku “Montessori di Rumah – 55 Kegiatan Keterampilan Hidup –“ karya mbak Elvina Lim Kusumo. Waw, menarik banget buku ini, dan akhirnya saya mulai menerapkan kegiatan Montessori di rumah bersama Aliya dan Ahsan (ternyata kakaknya penasaran juga, hehe). Dari buku tersebut, ide utama dari kegiatan Montessori adalah:
  1.        Memperlakukan anak dengan respek/hormat.
  2.        Mempersiapkan lingkungan yang mendukung kegiatan anak dan sesuai dengan kebutuhan anak.
  3.        Menyiapkan materi dan membebaskan anak mengerjakan kegiatan yang mereka inginkan.
  4.        Melatih anak untuk mengoreksi kelalaian/kesalahan yang mereka buat sendiri.
  5.        Memberi kesempatan pada anak untuk beerja sesuai ritme mereka sendiri.
  6.        Mengobservasi kesiapan anak untuk memperlajari hal baru.



Dan yang membuat saya makin tertarik adalah:
  1.        Anak-anak akan mempelajari hal-hal terkait kemandirian dan mereka akan belajar berhati-hati karena di metode ini anak-anak menggunakan barang-barang sesungguhnya namun dengan ukuran yang disesuaikan.
  2.        Anak diberikan kesempatan berpartisipasi, berkontribusi, dan memiliki peran, sehingga mereka akan lebih percaya diri dan dapat mencintai diri mereka.
  3.        Kemampuan motorik sudah pasti akan terasah.

Duh, udah ga sabar mau ngajakin anak-anak belajar di rumah. Next time, insyaAllah saya share tentang kegiatan Montessori Aliya lebih rinci yaa..

Wassalamualaikum J


Maya

Minggu, 16 Oktober 2016

Review Pompa Asi (1) : Medela Harmony

Medela Harmony ini jadi pompa asi yang saya pakai pertama kali seumur hidup, he... 5 hari setelah Ahsan (anak pertama) lahir sampe dia tuntas ngAsi selama 2 tahun itu saya cuma pake Medela Harmony ajah. Kenapa? karena taunya cuma itu..wkwkwk..

Jadi pas hamil Ahsan (tahun 2011-2012) saya masih jadi mahasiswi kinyis-kinyis. Temen di kelas yang ceweknya ada 6: 2 udah beranak, 2 lagi hamil (included me ^^), 2 lagi masih jomblowatik. Pesbuk udah ada sih..wasap juga udah mulai marak..tapi saya-nya aja yang males uplak-uplik internet cari review pompa asi..jadinya taunya uma Medela Harmony sama paling-paling Pigeon manual aja..hehe..Eh tau Medela elektrik juga deng..tapi ga beli..mahal.. maklum mahasiswi -_-"

Selain itu, saya juga ga ngejar-ngejar buat nyetok ASIP banyak-banyak..karena kuliah cuma beberapa jam, kuliahnya deket dari kontrakan, jadi masalah perASIPan ini ga begitu bikin saya kejar setoran..beda sama si adek, karena ntar ditinggal kerja seharian..

Menurut saya..menurut saya loh ya..Medela Harmony ini ringkes. Ga banyak printilannya..jadi nyucinya juga enak..dibawa-bawa juga oke. Trus karena manual, jadi ga repot nyari colokan listrik atau baterai (ya iyalaaah..), jadi bisa pumping di manapun dan kapanpun..OYE..

source: google (punya saya belon sempet difoto udah dikasihin..muup)

Hasil pumpingnya gimana? oke juga kok..ada fase LDRnya..(yang setelah saya bandingin sama avent dan breastpump elektrik ternyata LDRnya Medela Harmony itu kurang oke..wkwkwk). Tapi tetep aja tuh ASI keluar-keluar juga..banyak juga. Dan bagusnya lagi botol untuk nampung ASIP ini ukurannya standar, jadi bisa pake botol lain, ga harus bawaan daari Medela. 

Tapiii...lumayan pegel T.T . Apalagi pas ASInya keluar banyak..hedeeeh..sampe kadang ganti pake tangan kiri..haha..

Trus botolnya kalo pas masih ada corong dan tuasnya..ga bisa diberdiriin..jadi harus pake dudukan..emang dapet siih..tapi kadang males bawa,he..Kalo pas pake avent, walopun ada tuas dan corong, botolnya tetep ga jatoh.

Kekurangan lain, corongnya ga empuk. Karena akhir-akhir ini saya nyobain beberapa breastpump lain, contohnya avent yang ada silikonnya yang empuuuuk..nah Medela ini jadi kerasa keras,,ga senyaman avent. Selain itu, pas pumping juga ga bisa sambil nyender seenak udel..karena ASInya bisa tumpah.

Nah, banyak yang bilang diafragmanya gampang robek. Alhamdulillah sampe saat ini (walaupun udah di tangan orang lain), Medela saya masih aman sentosa. 

Bagaimanapun, Medela Harmony ini berjasa selama 2 tahun masa perASIan si Ahsan ;) Maacih Medelaaaaa mmmuah..

Minggu, 03 Maret 2013

Perjalanan Bersama Ahsan :)

Beberapa bulan yang lalu Ahsan pertama kalinya naik kereta api dari Semarang menuju Jakarta.  Alhamdulillah semuanya lancar, walaupun kami cuma bertiga waktu itu. Saya, Ahsan, sama Umi (My Mom). Ahsan sama sekali ga rewel, paling cuma pas haus atau ngantuk aja. So, perjalanan selama 6 jam itu berjalan lancar dan menyenangkan. Mainan dan bekal buat Ahsan juga sudah disiapin, jadi ya lumayanlah..nambahin beban bagasi (ini kereta, May..)

Libur Uts kemarin cukup panjang. 2 minggu. Lumayanlah buat bersenang-senang di Semarang. Mumpung Ayahnya Ahsan juga ke Semarang, tapi tugas Negara, huhuhu... Karena merasa nyaman dengan pengalaman naik kereta dengan Ahsan, ya sudahlah, kali ini ke Semarangnya naik kereta lagi aja. Ketagihan nih ceritanya. Kembali perjalanan dengan Ahsan dan my Mom.

Tapi..ternyata oh ternyata...semua tak semudah yang dibayangkan. Saya lupa, kali ini Ahsan udah gesit luar biasa, ga mau diem, gampang bosen, mulai cari perhatian sana sini, xixi, "rembetan" kesana kemari. Fiuh. Bahkan kali ini Ahsan cuma mau diem kalo lagi haus dan ngantuk -_-"
Dengan penuh perjuangan (lebay..) akhirnya sampai juga di Semarang..
Tapi cukup menyenangkan juga, penumpang di gerbong sampe kenal semua sama Ahsan, haha. Gimana ga kenal, semua orang di sana disapa sama Ahsan..

Dan waktu harus kembali ke Jakarta, akhirnya dengan berfikir cukup lama, kami memutuskan untuk pulang naik pesawat (cari yang promo tentunya...hihi..ga mau rugi). Di ruang tunggu, Ahsan kembali "menjelajah". Tapi gapapalah, selama masih di darat, he...Dan Alhamdulillah, terbang bersama Ahsan kali ini cukup aman dan menyenangkan..Karena duduk dekat jendela, Ahsan sibuk menikmati pemandangan, lampu-lampu, dan hal-hal menarik yang memang baru pertama kali ini dia liat..(Bunda umur 22 tahun pertama kali naik pesawat, dek...Katrok? biarin ;p)

So...dari pengalaman2 tadi, kira-kira ini yang perlu disiapin bunda-bunda yang mau traveling sama baby-nya..terutama kalo ayahnya ga bisa nemenin, hehe..

1. Packing sebaik mungkin. Barang-barang yang ga perlu-perlu banget mending ditinggal aja, hehe.. Jangan sampai bunda kerepotan bawa-bawa koper, tas, kresek, dsb..sampe-sampe si kecil jadi ga nyaman juga. Kalo saya kemaren, pembagiannya ibu saya gendong Ahsan (big thanks to my mom...we love you sooooo much :*) trus sayanya yang angkut semua tas, he..serasa porter..

2. Peralatan darurat bayi sebaiknya ditaruh di tempat yang terjangkau. Semacam tissue, minum (kalo udah mpasi), popok cadangan (mending pake pospak kali ya pas perjalanan gini), jaket juga jangan lupa, ya.
3. MPASI (kalo sudah dalam tahap MPASI). Perkirakan dulu lamanya perjalanan kita, lamanya waktu nunggu (baik nunggu pesawat maupun nunggu jemputan, apalagi kalo pesawatnya delay). Sesuaikan waktu itu dengan MPASI yang diberikan. Bisa juga bawa biskuit bayi, buah, dan makanan bayi yg lain, yang penting ga ribet. Dan siapin juga alat makannya, sepraktis mungkin :D

4. Apron atau kain pelindung lain, siapa tau sewaktu-waktu si kecil minta "mimik".
5. Mainan, biar si kecil ga bosen dan ga rewel :D
6. Kesehatan fisik. Iya dong, kalo bundanya sakit, perjalanan jadi tidak menyenangkan, ngurus baby juga jadi ga maksimal kan ya. Jadi, kesehatan bunda juga penting. Ayo, badminton (lah..ga nyambung -_-")

Hmmm...apa lagi yah kira-kira...

Mini Project

 Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh. Akhirnya sampai juga di bagian mini project. Mini project yang disusun oleh kami bertiga (s...